Hi! Put your welcome address here. If you have time, please check my website : http://stuckmuffin.info. See You There!
Disclaimer
Welcome to my blog. Before anything else please follow these rules : No ripping, spamming, and any type of childish acts. Respect is a must. Best-viewed with screen resolutions 1024x768. Enjoy your stay and have fun!
put your site stats here
bold,italic,underlined
Navigations

Profile Blog Links Joined Credits
I am ME
Put Your profile Here. Make it simple and not fugly okay? as long as it is catchy, its okay! :D say what you wanna say,say what you wanna say,say what you wanna say!

Doing...
Feeling : _______
Eating : _______
Doing : _______
Watching : _______
Listening to : _______

Tagboard
Shout mix or cbox? abything just decide for yourself. width="210px"for sure ;)
Daily Reads
Cynna | Cynna | Cynna | Cynna | Cynna

Rotten Things
Oktober 2012 |

Tanda-Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Tanda-Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Tanda-Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Tanda-Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Aspek Sosial Budaya Pada Persalinan
Aspek Sosial Budaya Pada Persalinan

Music
Music Here!

Tanda-Tanda Vital dan Pemeriksaan Fisik
Written at Selasa, 16 Oktober 2012 | back to top


Ada 4 tanda vital yang senantiasa dipantau. Tanda tanda vital ini setidaknya bisa menggambarkan kondisi organ dalam tubuh manusia dalam menjaga fungsinya dalam keseimbangan tubuh. Tanda tanda vital tersebut yaitu :
Description: 1313145268154593726
1. Suhu Tubuh
            Suhu tubuh, adalah gambaran luas mengenai kesehatan. Dalam kondisi sakit, suhu tubuh biasanya naik, hal ini normal dilakukan tubuh untuk menghalau bibit penyakit (Sistem pertahanan tubuh). Namun pada beberapa kondisi seperti gangguan Organ dalam, Suhu tubuh dapat turun .
Cara mengukur suhu tubuh :
- Termometer oral –> Digunakan dibawah lidah, bentuk logamnya lebih panjang
-Termometer Aksila –> Digunakan didalam ketiak, bentuk logamnya lebih pendek
Setelah dipasang lihat suhu yang tertera : 35,9-37,4(Normal)…. dibawah 35 (Hipotermi)…34 (Resiko tinggi)…diatas normal (Hipertermi)… 41-44(hyperpireksia, resiko tinggi)
Penanganan :
Hipotermi –> Berikan suasana hangat, Berikan botol hangat, rujuk rumah sakit
Hipertermi –> Kompres dingin, Pemberian minum, rujuk rumah sakit
Suhu mendekati 34 & Suhu diatas 40 –> Sesegera mungkin rujuk ke Rumah sakit…
Pemeriksaan suhu akan memberikan tanda suhu inti yang secara ketat dikontrol karena dapat dipengaruhi oleh reaksi kimiawi.
Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh manusia dapat di uraikan sebagai berikut :
   1. Kecepatan metabolisme basal

  Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.

   2. Rangsangan saraf simpatis

  Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.

   3. Hormone pertumbuhan

  Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat.

   4. Hormone tiroid

  Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat memengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal.

   5. Hormone kelamin

  Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.

   6. Demam ( peradangan )

  Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.

   7. Status gizi

  Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.
   8. Aktivitas

  Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.

   9. Gangguan organ

  Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.

   10. Lingkungan

  Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat memengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.

Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.

Description: 13131453051448924274
2. Nadi
Nadi digunakan untuk melihat keadaan pemompaan jantung. Frekuensi, kedalaman (lemah, kuat), dan irama adalah tiga hal yang harus diperhatikan
umumnya bayi yang baru dilahirkan (neonatus) dapat memiliki dentur 130-150 denyut per menit, remaja-dewasa normalnya 60-100 kali permenit, dengan irama teratur, dan kedalaman yang sedang
Cara : Gunakan 2-3 jari tangan dominan, untuk menyentuh area pergelangan tangan yang sejajar dengan ibu jari. pengecekan ini dilaksanankan dalam kondisi santai.
Description: 13131456161774383678
3. Pernapasan
            Hal ini diperlukan untuk mengetahui kesulitan dalam bernapas.  Untuk dewasa 16-20 permenit adalah keadaan normal, diatas atau dibawah itu, bisa ditanyakan keluhan yang dirasakan dalam bernapas.
Cara :  Baringkan orang yang akan diperiksa, letakan tangannya diatas dada. Lalu hitung, (1x tarik napas & 1x hembusan = 1x hitungan). Apabila sesak bisa dicoba dibaringkan dengan posisi duduk.
4. Tekanan Darah
            Agak sulit mungkin, butuh sebuah keteranpilan khusus dan terlatih. Anda bisa meminta tolong pada mereka ahli medis yang terlatih seperti perawat.
untuk usia dewasa
80-120 –> Normal, diperiksa min 2 tahun sekali
130-139 –> periksa min 1 tahun sekali, diskusikan perubahan gaya hidup
140-159–> periksa min 2bulan sekali (hipertensi ringan)
160-179 –> periksa min 1 bulan sekali (Hipertensi sedang)
180-209–> periksa min 1 minggu sekali (Hipertensi berat)
210- lebih –> sesegera mungkin dirujuk kerumah sakit.
Tanda tanda vital yang sederhana ini mungkin bisa diaplikasikan untuksekedar mengetahui kondisi kesehatan terkini dan secara luas. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi Dokter. demi terjaganya kondisi kesehatan yang prima.
Tekanan darah dinilai dalam dua hal, sebuah tekanan tinggi sistolik yang menandakan kontraksi maksimal jantung dan tekanan rendahdiastolik atau tekanan istirahat.
Pemeriksaan tekanan darah biasanya dilakukan pada lengan kanan, kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut. Di Indonesia, tekanan darah biasanya diukur dengan tensimeter air raksa.
Tidak ada nilai tekanan darah 'normal' yang tepat, namun dihitung berdasarkan rentang nilai berdasarkan kondisi pasien. Tekanan darah amat dipengaruhi oleh kondisi saat itu, misalnya seorang pelari yang baru saja melakukan lari maraton, memiliki tekanan yang tinggi, namun ia dalam nilai sehat. Dalam kondisi pasien tidak bekerja berat, tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi diukur pada nilai sistolik 140-160 mmHg. Tekanan darah rendah disebut hipotensi.
5. Tinggi
                Tinggi merupakan salah satu ukuran pertumbuhan seseorang. Tinggi dapat diukur dengan stasiometer atau tongkat pengukur. Pasien akan diminta untuk berdiri tegak tanpa alas kaki. Anak-anak berusia dibawah 2 tahun diukur tingginya dengan cara dibaringkan.


PEMERIKSAAN FISIK
            Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.
Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak yaitu kaki. Pemeriksaan secara sistematis tersebut disebut teknik Head to Toe. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi. Dalam Pemeriksaan fisik daerah abdomen pemeriksaan dilakukan dengan sistematis inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi.
Dengan petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyususn sebuah diagnosis diferensial,yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut.
Sebuah pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem organ yang spesifik. Dalam prakteknya, tanda vital atau pemeriksaan suhu, denyut dan tekanan darah selalu dilakukan pertama kali.



1. Inspeksi
2. Palpasi
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama palpasi :
Misalnya : adanya tumor, oedema, krepitasi (patah tulang), dan lain-lain.

3. Perkusi
Adapun suara-suara yang dijumpai pada perkusi adalah :
4. Auskultasi
Suara tidak normal yang dapat diauskultasi pada nafas adalah :
Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan :

1. Head to toe (kepala ke kaki)
2. ROS (Review of System / sistem tubuh)
3. Pola fungsi kesehatan Gordon, 1982
4. DOENGOES (1993)