Ada
suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput Fatimah akan
merangsang mulas. Memang, rumput Fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum
diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum
meminumnya. Soalnya, rumput ini hanya boleh diminum pada pembukaannya sudah
mencapai 3-5 cm. Letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah
lembek atau tipis, dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya
di bawah atau bayinya sungsang, tak boleh minum rumput ini karena sangat
bahaya. Terlebih jika pembukaanya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang
mulas pakai rumput ini, bisa-bisa janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak
nafas si ibu. Mau tak mau, akhirnya dilakukan jalan operasi.
Keluarnya lendir semacam
keputihan yang agak banyak menjelang persalinan,akan membantu melicinkan
saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar. Keluarnya cairan keputihan
pada usia hamil tua justru tak normal,apalagi disertai gatal,bau,dan berwarna.
Jika terjadi,segera konsultasikan ke dokter. Ingat,bayi akan keluar lewat
saluran lahir. Jika vagina terenfeksi,bias mengakibatkan peradangan selaput
mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancer bukan
keputihan,melainkan air ketuban. Itulah mengapa ,bila air ketuban pecah
duluan,persalinan jadi seret.
Minum minyak kelapa
memudahkan persalinan. Minyak kelapa,memang konotasinya bikin lancer dan
licin.namun dalam dunia kedokteran,minyak tak ada gunanya sama sekali dalam
melancarkan keluarnya sang janin. Mungkin secara psikologis,ibu hamil
meyakini,dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar
persalinannya.
Minum madu dan telur dapat
menambah tenaga untuk persalinan madu tidak boleh sembarangan dikonsumsi ibu
hamil. Jika BB-nya cukup,sebaiknya jangan minum madu karena bias
mengakibatkan overweight.bukankah madu termasuk karbonhidrat yang paling,tinggi
kalorinya. Jadi,madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik
dari batas yang di tentukan,sebaiknya segera dihentikan.akan halnya telur tak
masalah,karena mengandung protein yang juga menambah kalori.
Makan duren,tape,dan nanas
bisa membahayakan persalinan.ini benar karena bisa mengakibatkan pendarahan
atau keguguran. Duren mengandung alkohol,jadi panas ke tubuh.begitu juga tape.
Untuk masakkan yang menggunakan arak ,sebaiknya dihindari. Buah nanas
juga,karena bisa mengakibatkan keguguran.
Makan daun kemangi membuat
ari-ari lengket,hingga mempersulit persalinan.yang membuat lengket ari-ari
bukan daun kemangi,melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau
punya banyak anak,missal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal
karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya
melakukan persalinan di RS besar.hingga,bila terjadi sesuatu dapat ditangani
segera.
Sebenarnya,kelancaran
persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik
berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi.
Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu,terutama kesiapannya
dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak
lancar hingga harus dioprasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa
sakit yang terjadi selama persalinan, faktor lain yang juga harus diperhatikan:
riwayat kesehatan ibu,apakah pernah menderita diabetes,hipertensi atau sakit
lainnya; gizi ibu selama hamil,apakah mencukupi atau tidak; dan lingkungan
sekitar, apakah men-support atau tidak karena ada kaitannya dengan emosi ibu.
Ibu hamil tak boleh cemas karena akan berpengaruh pada bayinya.
Bahkan,berdasarkan penelitian,ibu yang cemas saat hamil bisa melahirkan anak
hiperaktif,sulit konsentrasi dalam belajar,kemampuan komunikasi yang kurang,dan
tidak bisa kerja sama.
Di Indonesia, masih banyak
ibu-ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal yang biasa, alamiah dan kodrati.
Mereka merasa tidak perlu memeriksa dirinya secara rutin ke bidan ataupun
dokter. Masih banyaknya ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan
kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang
mungkin dialami oleh mereka. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan
yang sering kali karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat
fatalyaitu kematian. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat
pendidikan dan kurangnya informasi.
Selain dari kurangnya pengetahuan akan pentingnyaperawatan kehamilan, permasalahan-permasalahan pada kehamilan danpersalinan
dipengaruhi juga oleh faktor nikah pada usia muda yang masihbanyak dijumpai di
daerah pedesaan. Disamping itu, dengan masih adanyapreferensi terhadap jenis
kelamin anak khususnya pada beberapa suku, yangmenyebabkan istri mengalami
kehamilan yang berturut-turut dalam jangkawaktu yang relatif pendek,
menyebabkan ibu mempunyai resiko tinggi padasaat melahirkan.Secara medis
penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan
adalahperdarahan, infeksi dan eklamsia (keracunan kehamilan). Kondisi-kondisitersebut
bila tidak ditangani secara tepat dan profesional dapat berakibatfatal bagi ibu
dalam proses persalinan. Namun, kefatalan ini sering terjaditidak hanya karena
penanganan yang kurang baik tepat tetapi juga karena adafaktor
keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga. Terutama didaerah pedesaan,
keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilihharus dengan
persetujuan kerabat yang lebih tua; atau keputusan berada
ditangan suami yang seringkali menjadi panik melihat keadaan krisis yang
terjadi.
Kepanikan dan ketidaktahuan akan gejala-gejala tertentu saatpersalinan dapat menghambat tindakan yang seharusnya dilakukan dengancepat.Tidak
jarang pula nasehat-nasehat yang diberikan oleh
teman atautetangga mempengaruhi keputusan yang diambil. Keadaan ini
seringkali puladiperberat oleh faktor geografis, dimana jarak rumah si ibu
dengan tempatpelayanan kesehatan cukup jauh, tidak tersedianya transportasi,
atau olehfaktor kendala ekonomi dimana ada anggapan bahwa membawa si ibu ke
rumah sakit akan membawa biaya yang mahal.
Selain dari faktor keterlambatandalam pengambilan keputusan, faktor geografis dan kendala ekonomi,keterlambatan mencari pertolongan disebabkan juga oleh adanya suatukeyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa segala sesuatu yangterjadi
merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan.Pada masa persalinan terdapat
pantangan-pantangan atau anjuran yangmasih diberlakukan. Pantangan ataupun
anjuraan yang ada misalnya :
1. Pantangan bagi ibu
hamil ketika mandi menggunakan kain yang di ikatkebahu dan melilitkan handuk
di leher karena dipercaya tali pusat akanmelilit leher
bayi. (Kalimantan)
Penjelasan :Ini jelas
mengada-ada karena tak ada kaitannya antara handuk
di leherdengan bayi yang berada di rahim. Penjelasan secara medis,hiperaktivitas
gerak bayi diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusatkarena ibunya terlalu
aktif. Jadi, tak heran jika ada anjuran agar ibuhamil sudah
mengambil cuti sebulan menjelang persalinan. Diharapakanibu tidak
terlalu lelah, agar hal-hal yang tak diharapakan tak terjadi menjelang
persalinan.